“Kamu tahu, aku sedang belajar untuk mempercayaimu”, ucapnya
Sebenarnya tidak sesulit itu untuk mempercayai seseorang. Tidak peduli apakah mereka itu anggota keluarga, kerabat, pasangan, atau bahkan hanya orang asing yang berpapasan di jalan. Ya sejujurnya, kesulitan itu terletak pasca memberikan kepercayaan kepada orang yang dituju. Kekhawatiran akan mereka yang tidak menjaga dengan baik kepercayaan yang diberikan. Nanti jika kepercayaan itu pecah berkeping-keping, mungkin baru terasa berharganya hal itu.
“Jangan khawatir, selama ini aku jarang merusak kepercayaan yang orang berikan padaku”, balasmu.
“Lalu bagaimana jika nanti salah satu dari kita merusak kepercayaan ini?”, tandasnya.
Sampai di situ, sebaiknya hentikan saja pembicaraan. Jangan buang-buang waktumu dengan pertanyaan ‘bagaimana jika’, karena pembicaraan macam itu tidak akan pernah selesai. Terlalu banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Terlalu banyak ketakutan pada akhirnya akan mematikan dirimu sendiri. Coba kamu perhatikan orang yang memiliki ketakutan terhadap ketinggian. Semua itu karena pikiran mereka sendiri yang menguasai tubuh mereka.
Kenapa tidak begini saja, dibiarkan mengalir. Kalaupun kepercayaan itu rusak, ya sudah rusak. Kalau ia terjaga, berarti memang kamu sedang beruntung dan sungguh-sungguh menjaganya. Sesederhana itu kan?
Test lagi ahhh..
ReplyDeleteEh, bisaaaa...wkwk..
ReplyDelete*malah nge-spam...
wah, lu blogger yang pantang nyerah ded!
ReplyDeletesalut gw, hahaha :D