Apa yang kamu lihat di depan pintu beberapa detik yang lalu
Itu cuma remahan roti yang kubawa pergi terburu-buru
Karena ibu tak pernah membiarkanku berangkat tanpa makan pagi
Cuma remahan roti keju yang jatuh karena sisanya sudah kucerna di dalam perutku
Menjadi bahan bakar untuk mimpi-mimpi yang aku ciptakan
Selama di perjalanan sampai nanti aku sampai di suatu tempat
Tidak akan ada yang pernah tahu dimana aku akan menjatuhkan remahan roti lainnya
Tiga ratus enam puluh lima hari
Dari sekarang
No comments:
Post a Comment