18 July 2011

Super(wo)man

Aku ikut women in engineering session di salah satu acara di suatu kampus. Speakernya ada 3, dari Jepang, India, sama Selandia Baru.

Ibu yang dari Jepang, namanya dr. Takako. Dia cerita punya masalah di kerjaannya. Dia bilang susah parah buat dapet promosi jabatan. Di kulturnya, cuma laki-laki yang biasa dapet promosi jabatan. Dia harus join sama perkumpulan laki-laki gitu. Semacam geng laki-laki di tempat kerja dia. Dia gak cerita detail dia setelah gabung sama mereka, sampai akhirnya dapet promosi jabatan gimana. Tapi yang pasti dia sekarang udah lebih dari 20 tahun dengan jabatan yang sama yang sekarang dia tempatin.

Terus ada lagi nih. Ibu yang dari India cerita, katanya dia juga pernah punya masalah juga di karirnya. Dia punya anak yang menderita disleksia. Dia bilang, suaminya suka ngingetin dia tiap berangkat kerja. Katanya kasian anaknya sendirian di rumah, gak ada yang jagain. Suaminya kerja dan dia pun juga gitu. Suaminya mau dia yang jaga, bukan mertuanya atau orang tua nya. Dan itu aku ga sadar netesin air mata. Hallooo, ini seminar session, Nis, Bukan acara tali kasih. Haha, tapi untungnya ga ada yang ngomong gitu ke aku. Cuma Aca yang duduk di sebelahku yang sadar dan nanya, “Loh, ko Ninis nangis?”. Yah aku mau ngomong apaaa terus, akhirnya cuma senyum, hehe. Kebayang aja, gimana kalo aku kaya gitu Ya Allah.. pasti sedih banget :( semoga semua orang terdekatku supportive, aaaminnn :)

No comments:

Post a Comment

Friends